Magi Grandson

Magi’s Grandson – Chapter 41.5(Extra)

Magi’s Grandson –
Chapter 41.5(Extra)
 ====================================================================
Aku di sergap ke kamar para gadis
        “
ahem. Boleh aku kembali ke kamarku sekarang ? “  (Shin)
“Oh tolonglah Shin-kun,
malam semuanya adallah  tentang mu! Kami
bahkan belum mulai berbicara tentang cinta!” (Maria)
“ bukankah normalnya kalian
biasanya berbicara tentang itu hanya di antara gadis-gadis…? Dan aku rasa aku
sudah mengatakan cukup … Siapa yang tahu apa yang Nenek akan katakan jika dia
menemukan ku di kamar gadis-gadis …” (Shin)
Apa yang terjadi? Yah, saat aku kembali ke
kamar ku tiba-tiba diculik dan diseret ke kamar bersama gadis itu.
Tanpa ketahuan Nenek ku tentu saja.
Aku bahkan tidak ingin tahu apa yang akan
terjadi jika dia tahu tentang ini.
Lagipulan , Sudah beberapa jam sejak itu …
Sementara itu gadis-gadis  memakai piyama mereka sementara aku masih di
pakaian kasual ku.
Aku harus berbalik untuk itu.
Tiba-tiba ada ketukan di pintu diikuti oleh
suara nenek.
“Aku datang,
anak-anak!” (Melinda)
Omong kosong!
Aku segera turun dan Maria melemparkan selimut
atas ku.
“Aku tahu itu! kalian
masih belum tidur! Kita akan bangun pagi besok jadi tidurlah!” (Melinda)
“Yes, ma’am!” (Semua
orang kecuali Shin jelas)
“Jika kalian masih
terjaga pada saat aku memeriksa mu akan membuat seribu enchantments sebagai
hukuman!” (Melinda)
Dan dengan kata-kata  itu dia meninggalkan, membuat semua orang menghela
napas lega.
Sepertinya dia tidak melihat ku.
Itu menakutkan, tapi apa sih? Ini terasa
seperti perjalanan sekolah.
* * *
“Oh aku mengerti Olivia! Kau
pacaran dengan Mark!” (Alice)
“aku juga terseret ke
dalamnya …” (Olivia)
Olivia membisikkan pada dirinya sendiri.
Sepertinya dia terpojok.
Tidak  ada yang aman saat girls love talk.
“Kami biasanya bermain
bersama-sama…….  Kami berdua memiliki
bakat untuk sihir dan akhirnya memiliki kelas bersama-sama … aku kira itu
sekitar kemudian kami mulai melihat satu sama lain dalam cahaya yang berbeda.
Dia  yang mengaku pertama.” (Olivia)
Sungguh  manis.
Semua gadis-gadis memiliki ekspresi melamun.
“Haaaaa … Mengapa aku
tidak itu tidak terjadi padaku?” (Maria)
“Ceritakan tentang hal
itu …” (Alice)
“aku punya sihir, dan
itulah yang aku butuhkan.” (Rin)
Kecuali Rin.
“Dan bagaimana dengan
Yuri? Mungkin kamu sudah memiliki satu atau dua pacar?” (Maria)
Sorotan  tiba-tiba bersinar pada Yuri. Melihat tubuh
erotis dan cara dia biasanya bertindak, kau tidak bisa menyalahkan seseorang
untuk berpikir dia sudah berpengalaman dalam hal semacam itu.
“Itu ra-ha-sia
<3” (Yuri)
Dia menjawab sambil mengedipkan mata dan
kembali memasan posisi menggoda. Ini semua ditekankan oleh dia yang piyama one
piace hitam dengan bentuk v slit.
“Hei, curang -!”
(Maria)
* Tap tap tap *
Saat ia mencoba untuk mendorong masalah, Maria
dipotong oleh suara langkah kaki di lorong.
” Me-Me-Melinda-sama
datang! Semuanya kembali ke tempat tidur kalian! “(Maria)
” Awawawawa !
“(Alice)
” ayolah  Shin, sembunyi! “(Maria)
” Whoah!? “(Shin)
” Kyaa! “
Aku tiba-tiba didorong ke bawah di semua
kebingungan.
Semua orang punya mati tenang sebelum pintu
berderit terbuka.
“Hmmm … aku rasa aku
mendengar suara-suara … Apakah hanya imajinasiku …?” (Melinda)
Saat  Nenek bicara pada dirinya sendiri aku terlalu
sibuk berusaha untuk memahami situasi.
” Aahn … “
Apa dia melihat ku? Siapa yang mendorong ku?
Siapa yang berada di selimut dengan ku?
” Uuuuu … “
Ini cukup panas di bawah sini …
” Aahn … Shin-kun …
… Hm?
… Sebuah suara memanggil nama ku?
Aku  melihat lebih baik di mana aku berada, dan kemudian
aku melihat aku sedang berbaring di atas Sisilia, dengan tanganku meraih
payudaranya, dan lutut ku menarik turun bagian bawah piyamanya, menanggalkan
celana dalamnya …


” Maaf! Maaf! Ini tidak
sengaja! “(Shin)
” Sh-Shin-kun, jangan
bergerak! “(Sisilia)
apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!?
Jangan bergerak!? Tapi aku masih …
Tangan … dada …
Aku  merasa alasan ku perlahan-lahan memudar …
Itu pada saat itu Sisilia meraih ku dan
meluncur kami di sisi kami.
Sebelum aku bisa bereaksi dia meraih tangan
yang berada di payudaranya dan terus bergerak, sambil tersipu tak
henti-hentinya.
Huh? Eh? S-Sisilia? I-ini dia memberi ku lampu
hijau?
Sialan , aromanya begitu baik.
Sisilia … Dia begitu manis … Aku merasa
begitu panas …
Aku  tidak bisa berpikir jernih lagi …
Ah, putar!
” S-Sisilia, aku …
“(Shin)
” Sh-Shin-kun …
“(Sisilia)
Aku mencintaimu.
Aku bergerak untuk menciumnya.
.
.
.
Tapi sebelum aku bisa tiba-tiba menjadi  lebih terang.
Berdiri di atas kami dengan selimut yang
seharusnya menutupi kami di tangannya, Nenek …
Raut wajahnya menyerupai Oni.
“Kenapa … Kau … bajingan
… kecil !!! APA SALAH DENGAN MU!? KALIAN BARUSAJA  MULAI  BERKENCAN DAN KALIAN  SUDAH BERUSAHA untuk melewati batas!? APA  INI …” (Melinda)
“Wah! hatinya-berdenyut!”
(Alice)
“Sisilia perlahan-lahan
melayang pergi …” (Maria)
“Walford-kun,
mesum.” (Rin)
“…” (Melinda)
“Ah …” (R, A, M)
Saat aku sedang menyusut karna serangan omelan dari
nenek, ia terganggu oleh suara-suara yang terdengar dari tempat tidur di sisi
berlawanan.
Sepertinya Rin, Alice dan Maria bersembunyi di
satu itu.
“KALIAN SEMUA  AKAN  KULLIAHI
SEPANJANNG MALAM!” (Melinda)
“” Uuuuuuuuu …
“”

-selesai-
×