OTAKU MARTIAL ARTS,  Reminisce The Legends

Kazushi Sakuraba “The Gracia haunter”

Meskipun dunia bela diri di jaman sekarang, jauh berbeda dengan dunia bela diri dalam cerita silat. Namun dunia olahraga bela diri, tetap saja tidak lepas dari bumbu-bumbu yang tak kalah menarik dengan sebuah cerita silat yang fiktif. seorang atlet bela diri di dunia nyata, bisa juga mendapatkan julukan yang keren, karena performanya di dalam ring.

Salah satunya adalah julukan dan cerita yang dilekatkan pada diri Kazushi Sakuraba. Seorang atlet MMA dari Jepang yang dalam dunia olahraga bela diri MMA berhasil mendapatkan julukannya sendiri, “The Gracie Hunter”,

Mereka yang mengikuti secara setia perkembangan cabang olahraga tarung MMA, di mana pelaku bela diri dari berbagai aliran, bertanding dengan aturan yang memberi ruang bagi mereka untuk mengembangkan tehnik-tehnik mereka masing-masing, tentu mengenal nama keluarga Gracie dari Brazil, yang memperkenalkan Brazillian Jiujitsu pada dunia bela diri internasional.

Awalnya beberapa Gracie bersaudara, menerima warisan Jiu Jitsu dari Mitsuyo Maeda, seorang judoka dari Jepang yang berkelana sampai ke Brazil. Kemudian mereka mengembangkan bela diri ini dan mewariskannya secara turun temurun, menjadi satu aliran bela diri tersendiri yang mereka beri nama Brazillian Jiu jitsu.

 

Di awal dimulainya kompetisi bela diri MMA di bawah UFC, Brazillian Jiu-Jitsu yang diwakili oleh Royce Gracie, merajai kompetisi tersebut (mulai UFC 1-4). Atlet-atlet bela diri yang belum terbiasa dengan gaya bela diri Brazillian Jiu Jitsu dibuat mati kutu, dan Brazillian Jiu Jitsu pun seakan-akan menjadi aliran bela diri tradisional yang paling efektif untuk digunakan dalam sebuah pertarungan. Bahkan sampai sekarang pun, Brazillian Jiu-Jitsu masih merupakan salah satu “kurikulum” yang tidak boleh dilewatkan seorang atlet bela diri MMA.

 

Tapi di antara sejarah panjang Brazillian Jiu Jitsu yang cemerlang itu, nama Kazushi Sakuraba menjadi sebuah catatan sejarah yang mungkin ingin dilupakan oleh Keluarga Gracie. Legenda Keluarga Gracie yang saat itu sepertinya tidak terkalahkan dalam tarung MMA, seperti tidak ada artinya di hadapan Kazushi Sakuraba. Selama rekor bertandingnya, Kazushi Sakuraba bukan hanya mengalahkan satu anggota keluarga Gracie. Dia berhasil mengalahkan hampir setiap anggota keluarga Gracie yang menghadapinya di dalam ring.

 

Perlu diingat, di masa itu nama Keluarga Gracie seperti menjadi jaminan bahwa mereka adalah petarung yang tidak terkalahkan. Ketika Kazushi Sakuraba berhasil mengalahkan salah satu anggota keluarga Gracie, dengan aliran bela diri bukan Brazillian Jiu Jitsu, saat itu pula dunia penggemar olahraga bela diri menjadi gempar.

 

Keluarga Gracie pun tidak tinggal diam, sang guru besar “Helio Gracie” pun mengirimkan anggota keluarganya yang lain untuk memenangkan kembali nama besar mereka sebagai keluarga bela diri yang tak terkalahkan. Akan tetapi satu per satu mereka semua kalah di tangan Kazushi Sakuraba.

 

– Royler Gracie pada PRIDE ke-8, tahun 1999.

– Royce Gracie, PRIDE Grandprix 2000 final, Mei 2000

– Renzo Gracie, PRIDE ke-10, Agustus 2000

– Ryan Gracie, PRIDE ke-12, Dec 2000

 

Kekalahan demi kekalahan ini, akhirnya menguatkan nama Kazushi Sakuraba sebagai “The Gracie Hunter”. Kazushi Sakuraba seakan-akan menjadi kartu mati bagi keluarga Gracie. Mereka boleh saja merajai kompetisi MMA, tapi selalu kalah ketika berhadapan dengan Kazushi Sakuraba.

 

Baru tujuh tahun kemudian, ketika Kazushi Sakuraba sudah dihantui dengan berbagai cedera, akhirnya keluarga Gracie berhasil membalas “dendam” dan Royce Gracie memenangkan pertarungan melawan Kazushi Sakuraba di kompetisi MMA K1-Dynamite USA, Juni 2007.

 

Daftar pencapaian Kazushi Sakuraba sangat mencengangkan, tetapi kekalah brutal dan cedera parah yang terkumpul dikakinya memaksanya untuk pensiun. Selalu mudah untuk melupakan betapa hebatnya seorang faigter, jika kalian lupa atau tidak tahu mengapa Sakuraba begitu dihormati di dunia Seni Bela Diri Campuran, berikut beberapa torehan prestasinya.

  • Sakuraba mengalahkan banyak petarung kelas dunia 205lbs termasuk Vitor Belfort, Kevin Randleman dan Quinton Jackson ketika beratnya hanya sebanding dengan petarung kelas welter whight modern dan dengan mudah mengimbangi Ralek Gracie di senja karirnya.
  • – Laga pertama Sakuraba dengan Royce Gracie berlangsung 90 menit (laga MMA terpanjang dalam sejarah) atas permintaan Gracie dan diakhiri corner man Gracie family melempar handuk sebagai tanda mereka menyerah.
  • – melakukan pertanding professional dua kali dalam sehari. Pertandingan kedua Sakuraba adalah melawan Igor Vovchanchyn — striker paling menakutkan di MMA pada saat itu dan seorang kelas berat di malam yang sama.

Kazushi Sakuraba benar-benar petarung kelas atas sepanjang masa di dunia MMA. Sakuraba adalah contoh yang sangat baik dari seorang pejuang yang ahli dalam “anti-teknik”. Mirip dengan petinju yang akan menjatuhkan tangannya dan melempar counter looping, Sakuraba akan menempatkan dirinya dalam bahaya yang diperhitungkan di atas matras untuk mengamankan kunci kimura atau kneebar-nya yang terkenal.

 

Meskipun berbicara tentang gulat bagiku tidak senyaman membicarakan teknik straiking. Aku tidak bisa tidak menghargai metode tidak ortodoks Sakuraba yang membuatnya menjadi orang yang sulit untuk dihadapi di masa mudanya.

 

Di awal-awal UFC ketika Brazillian Jiu Jitsu mulai merajai arena, banyak pertarungan yang berakhir dengan ground fight. Buat saya sendiri yang belajar seidikit silat dari dan taekwondo selama lebih dari satu decade, Menonton dua orang laki-laki dewasa saling “berpelukan” selama belasan bahkan puluhan menit terasa sangat membosankan. Tapi Menonton pertarungan Kazushi Sakuraba di MMA, pada waktu itu memiliki sisi hiburan yang lebih dibanding menonton tehnik groundfight Brazillian Jiujitsu yang membosankan.

“The Gracie Hunter”

 

Setelah mengalahkan Anthony Macias di Pride 7, Sakuraba dipertemukan dengan Royler Gracie, yang sebelumnya telah menaklukkan rekan se gym Sakuraba, Yuhi Sano. Pertadiana ini adalah mungkin satu satunya saat dimana sakuraba diuntungkan saat melawan anggota keluar gracia. Sakuraba mendapatkan keunggulan bobot sekitar 30 pound lebih berat dari Royler. Royler, tidak mampu mencetak takedown atau menyerang secara efektif dari posisi berdiri, tetap di tanah dalam upaya untuk memancing Sakuraba ke dalam kontes berorientasi grappling,

Sementara Sakuraba, berdiri, mendaratkan tendangan ke kaki, paha dan kepala Royler. Akhirnya, dengan kurang dari dua menit tersisa, Sakuraba akhirnya meladeni untuk bermain grond game dengan Royler dan menguncinya dengan kuncian Kimura. Wasit menghentikan pertarungan dan mengakhiri kontes dan memberi Sakuraba kemenangan TKO.

Kemenangan Sakuraba atas Royler merupakan kekalahan pertama Gracie dalam pertarungan profesional dalam beberapa dekade dan dengan demikian, mengirimkan riak kejutan dan kontroversi melalui komunitas seni bela diri campuran. Beberapa memprotes bahwa kemenangan itu dinodai karena fakta bahwa Royler (meskipun dalam posisi dikunci dengan kimura lock) tidak pernah melakukan tap dan hanya sedikit waktu lagi dari bel terakhir ketika pertarungan dihentikan.

Perlu dicatat bahwa atlet Jepang terakhir yang mengalahkan Gracie sebelum kemenangan Sakuraba melawan Royler, adalah guru sakuraba. Seorang judoka legendaris Masahiko Kimura, dia juga telah menggunakan teknik yang sama, dengan yang digunakan Sakuraba untuk mengalahkan Royler. Bedanya, Saat itu penerimanya adalah ayah Royler, Hélio Gracie, yang, seperti Royler, juga menolak untuk menyerah tetapi juga kalah.

 

1 Mei 2000. Royce Gracie dan Kazushi Sakuraba berada satu ring di Saitama Super Arena, Jepang. Mereka bertarung dalam ajang open-weight Pride Fighting Championship, sebuah ajang pertarungan bela diri campuran tanpa batasan berat badan. Pertarungan ini begitu dinanti karena Royce disulut dendam sebab enam bulan lalu, Royler Gracie, sang kakak, dikalahkan Sakuraba dengan jurus kuncian.

 

Bagi keluarga Gracie yang legendaris itu, kekalahan Royler ini adalah yang pertama dalam beberapa dekade. Karena kekalahan itu, keluarga Gracie kemudian mengirimkan Royce, anak emas mereka, mantan juara UFC yang tak terkalahkan, untuk mengalahkan pria yang mempermalukan nama baik keluarga. Royce kemudian meminta aturan baru: pertandingan tak dibatasi waktu. Pertandingan baru berhenti kalau ada yang kalah, baik melalui kuncian atau kalah KO.

 

Hasilnya adalah pertarungan terlama dalam sejarah MMA.

Sakuraba sendiri tidak terlalu peduli dengan syarat yang ajukan gracie.

 

Gila dan gracie terdengar sama di jepang, tapi lihat mereka benar-benar gila. Aku bahkan tidak dapat menggambarkan perasaaku untuk mereka denga kata kata. Aku akan menerimanya apapun permintaan mereka. Aku akan mengatakan ini, entah itu ROYCE atau saudarnya Rorion mari kta bertanding tampa aturan. Bukankah ini yang mereka inginkan? mereka ingin apainya semakin besar? Kenapa mereka panic sekarang?” — Kazushi Sakuraba at the rule meeting on April 30, 2000

 

Pertarungan ini juga menandai ombak perubahan dalam MMA. Gaya Brazilian Jiu Jitsu ala Gracie yang sempat begitu mendominasi, berhasil dikalahkan oleh gaya pertarungan gulat, mengandalkan keseimbangan, dan petarung yang menguasai berbagai variasi ilmu bela diri. Mengambil keuntungan dari pertarungan tanpa aturan ini, Sakuraba sempat mengeluarkan jurus standing kimura di awal pertandingan dan menarik Royce keluar tali ring, membuat Royce kelelahan sejak awal.

 

Ronde pertama yang penuh baku hantam juga nyaris berakhir saat sang pegulat Jepang itu berhasil melontarkan jurus kuncian lutut. Tapi Royce berhasil menyerang balik dengan tendangan tumit yang ganas.

 

Selama ronde kedua, ketiga, dan keempat, Royce tak berhasil menjatuhkan, apalagi melakukan pulling guard pada Sakuraba. Kedua petarung ini kemudian berjibaku dalam perang mengelit dan memiting, saling menyerang lutut dan menunggu kesalahan dibuat musuh.

Meski tak ada yang berhasil melontarkan serangan vital, belasan tendangan berhasil dilepaskan Sakuraba ke kaki Royce, yang berpengaruh pada berkurangnya mobilitas dan kecepatannya. Pada ronde kelima, Sakuraba berhasil lebih unggul dalam serangan dan sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Sementara itu, Royce sudah mulai pincang, dan usahanya untuk merengkuh Sakuraba malah menghasilkan serangan balik yang fatal: Sakuraba merenggut celana Royce, membalik dan menekuk badan Royce sehingga kepala berada di bawah, dan melontarkan pukulan langsung ke wajah Royce.

Dan kemudian melemparkan pukulan yang menembus pertahanan Royce. Di akhir pertarungan enam ronde yang melelahkan, dan di bawah tatapan datar sang ayah –Helio Gracie, bapak agung bagi Brazilian Jiu Jitsu dan pencipta aliran Gracie BJJ– akhirnya keluarga Gracie terpaksa melempar handuk tanda menyerah.

Pada masa-masa awal UFC, sebelum ultimate fighting menjadi mixed martial arts, Royce Gracie membuktikan bahwa grappling (teknik yang mengandalkan keuntungan postur tubuh yang lebih kecil sehingga bisa berkelit, mengunci, melarikan diri, atau mencederai musuh) bisa digunakan untuk menetralkan serangan musuh dan bisa membuat petarung bertubuh lebih kecil mengalahkan petarung berbadan lebih besar.

Nyaris tujuh tahun berselang, Sakuraba, yang kemudian dijuluki The Gracie Hunter, mengawali evolusi dalam olahraga ini, di mana menjadi ahli dalam satu ilmu bela diri saja sudah tak lagi cukup. Jelas sudah bahwa kemampuan untuk mendikte pertarungan dan kompeten dalam pertarungan ground maupun standing itu adalah yang terpenting.

 

Era spesialisasi telah berakhir

Latar Belakang Bela Diri Sakuraba, Pro Wrestler + Muay Thai

Sakuraba menjadi terkenal karena gaya bertarungnya yang unik dan tidak ortodoks yang digambarkan sebagai kreatif. ini membuat orang laing meragukan semua yang mereka pikir telah kami pelajari tentang seni bela diri di kepalanya.

 Dia menggunakan gerakan dan teknik dari gulat profesional, spinning sole kicks, jumping stomps, Mongolian chops dan baseball slides. Dia juga menggunakan cartwheel untuk melakukan passing guard dan beberapa trik yang membingungkan, seringkali lucu untuk mendapatkan keuntungan atas lawannya.

 

Namun, kekuatan utamanya adalah serangkaian kemampuannya yang dikembangkan dari shoot-style wrestling, termasuk pukulan grinding yang dipelajari dari muay thai dan keahlian kucian dari catch wrestling yang brilian. Dia mengirimkan grappler berpengaruh pada masanya seperti Royler Gracie, Renzo Gracie dan Masakatsu Funaki dengan menggunakan kunci pergelangan tangan double top khasnya, teknik yang dia lakukan baik saat berdiri maupun di tanah.

Meskipun dia tidak takut memberikan punggungnya kepada lawannya, Sakuraba juga akan menggunakan teknik tersebut sebagai senjata posisi, mengancam dengan itu untuk mengendalikan musuhnya. banyak petarung hebat pada masanya memuji sakuraba. Renzo Gracie memuji kemampuannya untuk bermain melawan kelemahan lawannya, Antônio Rodrigo Nogueira memuji keterampilan teknisnya, dan Mark Kerr menyebutnya sebagai teknisi terbaik dunia pada masanya.

Berikut ini beberapa jurus-jurus unik dan atraktif yang dipakai Kazushi Sakuraba dalam pertandingan MMA.

 

1. Stomping dan Flying Stomping

 

Di waktu itu, seringkali praktisi Jiu Jitsu mengambil posisi menunggu lawan di atas matras, memancing petarung yang tidak terbiasa dengan groundfighting, supaya terjebak untuk bertarung di bawah.

Berhadapan dengan lawan yang mengambil sikap demikian, maka Kazushi Sakuraba mengeluarkan jurus yang menakutkan. Dia akan mengambil ancang-ancang, lalu melompat tinggi ke atas dengan kaki siap menginjak lawan yang berada di bawah.

Dan ketika lawan mengangkat kaki untuk bertahan, maka Kazushi Sakuraba membatalkan gerakan stompingnya dan beralih ke tendangan bawah yang menendang keras kaki atau tubuh lawan. Banyak ground fighter yang mati kutu dengan gaya serangan Kazushi Sakuraba ini.

 

2. Melompat dan kemudian memukul ke bawah.

 

Hampir sama dengan nomer 1, tapi kali ini bukan menginjak dengan kaki, tapi memukul ke bawah, dengan seluruh berat tubuh deras melaju setelah sebelumnya melompat tinggi di atas lawan. Ilustrasi di atas akan sering agan temui, karena ini pertandingan yang menguatkan nama Sakuraba sebagai “The Gracie Hunter”, jadi gaya berkelahi Gracie yang suka menunggu lawan sambil “tiduran” di atas matras ini, salah satu yang bikin TS bosan.

Tapi secara obyektif harus diakui tehnik-tehnik Brazillian Jiu Jitsu ini terlihat sangatlah efektif.

 

3. Flying Armbar.

Sebenarnya agak umum, tapi waktu itu TS jarang lihat dalam pertandingan yang beneran, bisa jadi TS salah sih, CMIIW.

 

4. Cartwheel

Kalau yang ini rasanya benar-benar unik gaya Kazushi Sakuraba, sewaktu lawan menunggu dengan posisi telentang di matras, terkadang Sakuraba berusaha melewati penjagaan lawan dengan akrobatik berputar (cart wheel). Dengan berputar di atas lawan, kemudian mendarat di sisi kepala lawan, lepas dari penjagaan tangan dan kaki lawan.

5. Kimura Lock

Dan ini salah satu jurus pamungkas Kazushi Sakuraba ketika melawan keluarga Gracie. Menurut kabar cerita, jurus ini pula yang digunakan oleh “penciptanya” Masahiko Kimura, seorang judoka dan pro-wrestler, untuk menaklukan Helio Gracie, kakek dari keluarga Gracie yang membesarkan nama Brazillian Jiu Jitsu (CMIIW).

Personal life.

Sakuraba sendiri tidak pernah terlalu peduli tentang diet dan mengaku sebagai peminum alkohol dan perokok. Mengenai perbedaan penting dalam bobot antara dirinya dan lawannya sepanjang karirnya, serta pelarangan IVS untuk rehidrasi (dan potensi penggunaan steroid) yang dilakukan Royce pada pertemuan kedua mereka. Sakuraba telah menyatakan melalui penerjemah bahwa”

 

“Tidak masalah jika mereka [lawan] menggunakan pil atau obat untuk menjadi lebih besar atau lebih kecil, aku hanya perlu berlatih keras, makan sehat, berjuang dengan berat badan saya dan mencoba yang terbaik untuk mengalahkan mereka. Bagiku tidak masalah jika mereka menggunakan steroid, tetapi aku tidak akan menggunakannya. aku yakin akan sangat buruk rasanya jika  menang menggunakannya. “

×