Novel Terjemahan

Erica Blandelli, Great Knight yang Mampu Mengalahkan Dewa Sesat

Latar Belakang

Erica adalah seorang wanita cantik berambut pirang dengan sedikit kemerahan, mata biru dan tubuh yang terlihat ramping namun sebenarnya sangat berisi dan terlatih, tentu saja dengan payudara yang sebenarnya cukup besar untuk menyaingi milik Maria Yuri.

Erica lahir di Milan dari orang tua yang tidak disebutkan namanya. Diakatakan bahwa Erica adalah keturunan langsung dari Campione tak dikenal yang anaknya adalah Panglima Tertinggi perkumpulan penyihir “Salib Tembaga-Hitam”, yang merupakan organisasi turunan dari Ksatria Templar. Orangtuanya meninggal atau dipisahkan darinya melalui keadaan yang tidak diketahui. Dia dibesarkan oleh Paolo Blandelli yang dijuluki sebagai Iblis Merah, satu-satunya kerabat yang diketahui yang masih hidup.  Gelar Iblis Merah diberikan kepada Ksatria Agung dan pemimpin lapangan dari perkumpulan penyihir tersebut. Dikatakan bahwa Erica dan Liliana Kranjcar pertama kali bertemu saat berusia dua tahun dan mereka menjadi sahabat sekaligus rival sejak saat itu.

Erica mulai berlatih sebagai ksatria Salib Tembaga-Hitam sejak usia dini dan akhirnya memperoleh gelar ksatria pada usia dua belas tahun. Erica mendapatkan pedang sihirnya, Cuore di Leone Tak lama setelah itu dia bertemu dengan Campione ke 6 Salvatore Doni untuk pertama kalinya.

Kepribadian

Erica adalah wanita yang pemberani, bersemangat, dan berkemauan keras. Sebagai seorang “Ksatria Agung” dia tampaknya juga tidak menunjukkan rasa takut untuk terluka saat bertarung. Erica juga menunjukkan kesetiaan yang besar kepada campione ke 7 Kusanagi Godou. Erica juga secara sepihak menyatakan cintanya dengan mengatakan bahawa dia erica adalah “Milik Godou” dan bahwa dia “pedang dan perisai” –nya Kusanagi Godou. Erica bahkan menyebut Godou sebagai majikannya dan dengan demikian menyatakan dirinya milik godou saat melawan Athena secara sepihak.  Dia juga bersumpah untuk bertarung di sisi Godou apapun situasinya dan percaya padanya dengan sepenuh hati. Erica sangat bertekad, menolak untuk membiarkan apapun menghalangi apa yang dia inginkan. Namun, dia telah berkomentar bahwa dia bersedia untuk berbagi Godou (dan bahkan mendorong Mariya Yuri untuk mencium godou dengan kedipan licik dan ramah). Walaupun dia adalah orang yang menyuruh Godou untuk mendekati wanita lain dia juga masih cemburu. Hal ini terbukti saat dia sangat marah setelah Godou mendapatkan gadis lain dalam hal ini Liliana tanpa mendapatkan Izinnya. Namun, setelah beberapa pembicaraan penuh gairah dengan Godou, Erica akhirnya dengan terpakas menerima Liliana menjadi bagian dari harem kusanagi godou.

          Meski memiliki penampilan yang anggun, Erica memiliki sifat yang terkenal manipulatif dan jahat karena suka menggunakan orang. Erica juga dikenal sebagai gadis iblis yang suka menggoda orang lain tanpa malu-malu. Sifat yang hanya dia tunjukkan kepada orang-orang dekatnya dan dia mendapatkan panggilan rubah karna hal ini. Karena sifatnya yang licik, Godou dan hampir semua orang lain yang dekat dengannya, merasa lebih sulit untuk mengetahui apakah dia berakting atau benar-benar mengatkan perasaannya yang sebenarnya. Erica juga sangat cerdas, sangat atletis dan Dia juga merupakan ahli taktik yang terampil, dan menjalankan tugasnya sebagai Ksatria Agung dengan sangat serius untuk mewakili Salib Tembaga Hitam (赤銅 黒 十字, Shakudō Kuro Jūji).

Namun, sangat sedikit orang yang mengetahui bahwa Erica sebenarnya sangat malas ketika melakukan hal lain selain pekerjaanya. Dia memiliki kebiasaan tidur berlebihan dan sangat kesulitan untuk bangun pagi. Bertentangan dengan penampilannya, Erica sebenarnya sangat rakus. Dia mampu makan dan dalam jumlah besar jika dia benar-benar menyukai makanan tersebut.

Sikapnya sering kali sangat pantas dan berbudaya. Kebanggan dan kepercayaan dirinya sangat tinggi hingga kadang-kadang terkesan sebagai arogansi. Dia bisa sangat terus terang dan lugas untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia juga terlihat pendendam dan sangat sadis terhadap mereka yang telah menganiaya bahkan dengan cara yang paling kecil dan tidak menunjukkan belas kasihan atau penyesalan saat berhadapan dengan musuh di medan perang. Karena harga dirinya yang sangat tinggi, dia jarang bahkan mungkin tidak pernah mengakui kesalahanya.

Erica bahkan terkesan mengabaikan situasi yang dia sebabkan seperti tidak pernah terjadi atau malah melimpahkan tanggung jawabnya kepada orang lain. Meskipun tidak keberatan menggunakan cara licik untuk menang dalam, Erica akan selalu membatasi dirinya pada sumber daya yang sama dengan lawannya dalam olahraga. Jika tim lawan tidak menggunakan sihir apa pun, dia juga tidak akan. Diyakini bahwa satu-satunya orang yang bisa membuatnya patuh hanyalah pamannya Paolo Blandelli, yang membesarkannya dan merupakan kepala ordo ksatria Salib Tembaga-Hitam di mana dia adalah anggota berpangkat tinggi. Namun juga terlihat kalau Erica juga mematuhi Godou, mengingat bahwa dia adalah kesatria, dan karena Godou adalah Campione, sebuah perintah tak bisa dilanggar, selain itu Erica mengungkapkan kalau sulit untuk menahan diri dari perintah Godou.

Meski nampaknya sangat berani dan centil terhadap Godou, namun Erica, sebenarnya sangat sopan. Saat mereka pertama kali bertemu,  Ketika Erica tahu godou melihat celana dalamnya, erica sangat marah dan bahkan mengancam akan membunuh Godou. Ketika dia menawarkan bibirnya untuk informasi, guna mengaktifkan ingkarnasi pedang godou dia sebenarnya sangat malu dan tidak menyukai gagasan itu. Dan ketika mereka berpura-pura menjadi kekasih dan akhirnya mandi bersama, Erica meneteskan air mata karena dia kehilangan sedikit kemurniannya kepada pria yang tidak dia cintai atau kenal dengan baik. Namun, setelah Godou terus mempertaruhkan nyawanya dan bahkan terbang jauh-jauh dari Jepang ke Italia untuk menghadapi Doni terlapas dari bagaimana dia memperlakukannya, Erica mendapati dirinya jatuh cinta pada Godou. Sesuatu yang belum pernah dia alami sebelumnya. Setelah itu, Erica menjadi sangat lugas dan jujur tentang perasaannya, bahkan akhirnya percaya bahwa mereka adalah sepasang kekasih.

 

Erica sebenarnya tidak terlalu menyukai gagasan Liliana Kranjcar dan Ena Seishuuin menjadi anggota harem godou disamping pertemanan dengan Lilianna. Namun seiring waktu, erica mulai menghormati lilianna dan Ena,  dan melihat mereka sebagai rekan baik yang dapat dia andalkan. Walaupun masih cemburu pada sebagian besar perhatian yang Godou tunjukkan pada Liliana dan Ena, namun Erica, terkadang menunjukkan dukungan dan membimbing mereka kapanpun mereka melakukan ritual dengan Godou. Bahkan menunjukkan sifat keibuan saat Liliana terlalu pemalu atau tidak yakin tentang dirinya sendiri saat menyenangkan Godou.

Powers & Abilities

Erica adallah seorang  “Great Knight” yang merupakan seoarang kesatria dan “murid Hermes”, yang berarti dia adalah penyihir dari sekolah sihir Hermetik. Dia dianggap sebagai jenius dari Salib Tembaga-Hitam, dan merupakan satu-satunya manusia yang dapat melawan Dewa Jahat dan bahkan menang.

Perlu dicatatat bahwa erica hanya dapat menang melawan dewa jahat tapi tidak mampu membunuhnya. Jadi dia tidak akan bisa menjadi campione karna salah satu syarat menjadi campione adalah dengan mengorbankan salah satu dewa. Dengan demikian, kemampuan magis dan fisiknya hampir tak tertandingi di antara manusia. Keahliannya adalah manipulasi Besi, yang memungkinkannya untuk membengkokkan logam sampai derajat tertentu, memutar dan membengkokkannya sesuai dengan keinginannya dalam berbagai cara, seperti yang ditunjukkan selama pertempurannya dengan Athena, saat dia menggunakan sisa-sisa Tombak Suci Longinus yang hancur r untuk menjebak Atheba agar dia dan Godou bisa kabur.

 

Walalupun kealiannya adalah sihir logam, erica juga memiliki beberapa keahlian dalam beberapa atribut lainnya. Erica tampanya juga sangat menguasai sihir bereleman api. Dia juga nampaknya bisa menghipnotis melalui kontak mata, seperti yang ditunjukkan saat dia memerintahkan murid untuk keluar dari tempat duduk sehingga dia bisa duduk di sebelah Godou, dan bisa mengubah materi ke tingkat kecil, yang dia gunakan untuk mengubah gaunnya. menjadi pakaian yang lebih cocok untuk pertempuran dan untuk menyimpan serta menyulap benda-benda kecil seperti Gorgoneion.

 

Sebagai seorang penyihir terlatih, dia juga mampu melakukan banyak mantra kecil di luar atribut utamanya, seperti penyembuhan, menciptakan fatamorgana dari dirinya sendiri untuk menyesatkan musuh dan mentransfer pengetahuannya kepada orang lain; Namun, seperti semua sihir manusia, sebagian besar mantranya tidak mempengaruhi Campione seperti Godou, inilah yang membuatnya perlu untuk “menyuntikkan” sihir secara langsung kepada GODOU (melalui ciuman). Terlepas dari kekuatannya yang sangat besar, dan kemampuannya yang hampir tidak pernah terdengar datang diri manusia untuk menandingi Dewa sesat, Erica bukanlah tandingan Campione, seperti yang dibuktikan oleh Salvatore ketika dia dengan cepat melumpuhkan, mengikat, dan menyumbat Erica, Arianna, dan Lucretia Zola pada saat yang sama, mencegah mereka menggunakan sihir.

 

Pedang sihirnya, Cuore di Leone, bisa merubah bentuk. Bisa digunakan sebagai senjata jarak dekat. Diubah menjadi singa logam raksasa, atau digabungkan dengan mantra Golgatha untuk mereplika tombak Tombak Suci Longinus yang mana bahkan bisa membubuh Dewa. Mantra Golgatha sendiri adalah mantra tertinggi yang bisa digunakan manusia tergantung orangnya sendiri. Sejauh ini mantra kelas ini yang diketahui adalah milik dan lilianna, unutk erica adalah dengan mereplika tombak longinus dan liliaanna adalah dengan menciptakan Song of the Bow. mantra Golgatha juga dikatakan sebagai satu-satunya mantra milik manusia yang mampu melukai dewa sesat atau bahakan membunuh mereka jika penggunanya cukup beruntung.

 

 Cuore di Leone juga dapat menembakkan ledakan besar energi magis merah, cukup kuat untuk memperlambat serangan Dewa Jahat sekuat igkarnasi Babi milik Godou. Dia, seperti banyak karakter lain dalam serial ini mengusai sihir barrier untuk melindunginya dari serangan dan menjebak orang lain. Bagi Erica, ini terwujud dalam bentuk mesin terbang merah rumit dengan simbol mawar di tengah dan kitab suci berputar di sekitar tepi luar, yang sesuai dengan julukannya, Diavolo Rosso (Setan Merah). Dia juga sering menggunakan mantra yang dia sebut Boots of Hermes, yang memunculkan mesin terbang di bawah kakinya untuk mendorongnya ke udara atau secara horizontal melintasi permukaan datar dengan kecepatan tinggi.

×