Novel Terjemahan

Anime [HSDK] History’s Strongest Disciple Kenichi Itu~?

Kamu adalah orang yang suka anime dan mencari sesuatu kombinasi pertempuran epik dan rivalitas yang intens? Tawa yang baik dan anime menghibur yang akan bertahan untuk sementara waktu? Atau hanya mencari anime luar biasa yang memiliki semua bagian yang pas? Karna untuk menjadi istimewah kita hanya butuh untuk tidak memiliki kesalahan fatal. Jika salah satu skenario di atas cocok untukmu, Shijou Saikyou No Deshi Kenichi adalah anime yang wajib kamu.

Synopsis

Shijou Saikyou no Deshi Kenichi [HSDK], bercerita tentang seorang pemuda bernama Kenichi Shirahama. Dia bukanlah karakter yang keren maupun gagah.  Kenichi hanyalah seorah kutu buku lemah dan mudah putus asa. Oleh karena itu, dia dijuluki sebagai ‘Kaki Lemah’.

Diperjanan ke sekolah, Sirahama Kenichi secara tidak sengaja bertemu dengan Miu Furinji. Karna penasaran dengan tingkah Miu yang lari tiba-tiba, Kenichi mengejarnya.  Miu Furinji yang ternyata seorang seniman beladiri terlalau lincah untuk diikuiti kenichi. Dia terjatuh ke sungai karan mencoba mengejar Miu. Di sekolah perkenalan berlalu. Hingga pada suatu waktu, Miu mendekati Kenichi dan memintanya untuk berteman dengannya.

Kenichi bergabung dengan ekskul karate di sekolahnya, namun dia seperti tidak di anggap. Dia sering mendapat perlakuan buruk dari teman-temannya yang lebih kuat darinya. Bahkan ia di tantang untuk melawan Daimonji, salah satu murid terkuat dan yang membencinya. Pertaruhannya, siapa yang kalah, dialah yang akan keluar dari klub karate tersebut. Dengan rasa kebingungan Kenichi merasa frustasi dengan hidupnya. Namun di waktu yang tepat Kenichi diminta oleh Miu untuk berlatih di sebuah dojo, Ryouzanpaku. 

PEMABAHASAN

Di usia 22 tahun, aku mulai mencoba untuk menjauh dari semua gendre shounen mana pun, tetapi HSDK ini kembali memicu minatku karena semua gerakannya realistis.  Semua adegan yang ada di anime ini datap dilakukan di dunia nyata, dengan latihan yang cukup tentunya. Ini bukan anime fantasi dengan naga, dan atau pertaruang seni bela diri yang penuh dengan benturan sinar energi.

Sebagai seorang yang ikut jatuh ke dunia seni beladiri selama lebih kurang 10 tahun. Ada banyak  anime yang mengklain mengadung gender seni beladiri yang terasa sangat tidak nyaman untuk di saksikan. Entah karna otaot badan tiap character yang sangat berotot, maksudku sangat berotot, atau dengan jurus 2x aneh yang tidak masuk akal.

Kenichi mulai seperti protagonis anime pada umumnya. Seorang anak norak yang sering diganggu sepanjang hidupnya. Kenichi dikenal sebagai pengecut oleh sebagian besar teman-temannya. Dia bersumpah untuk mengubah hidupnya dan transisi sekolah menengah adalah waktu yang tepat untuk melakukannya. Kenichi bergabung dengan klub karate untuk belajar bela diri, tetapi akhirnya bergabung dengan dojo seni bela diri yang dikenal sebagai Ryozanpaku, di mana dia belajar berbagai jenis seni bela diri dari beberapa master sekaligus.

Karena Kenichi berhasil menang melawan preman setelah dia menyebut Kenichi pengecut, Kenichi mulai menjadi sasaran geng jalanan dan akhirnya menjadi target oleh lebih banyak orang semakin dia membela diri. Jadi dia memasuki lingkaran di mana dia tidak punya alasan untuk melawan siapa pun, tetapi jika dia tidak melawan dia akan dipukuli. Ini membuatnya tetap hijau secara moral saat melakukan sesuatu yang tidak bermoral, memukuli orang.

Akan sangat bertanggung jawab jika tidak membicarakan Miu, main heroine utama dalam serial ini. Subjek 90% dari layanan fanservice serial ini. Miu adalah cucu dari salah satu master di Ryozanpaku, di mana dia tinggal. Miu sudah berlatih seni bela diri sejak dia bisa berdiri. Secara alami, dia bisa mengalahkan lawan mana pun yang dihadapi Kenichi dengan mudah, tetapi dia mencoba untuk tidak terlibat agar Kenichi bisa tumbuh. Sebagian dari alasan mengapa Kenichi bergabung dengan Ryozanpaku adalah untuk lebih dekat dengannya.

HSDK spesial dalam genre battle shounen karena hampir setiap pertarungan tidak hanya menjadi pertarungan fisik tetapi juga pertarungan ideologis. Mulai dari pertarungan pertama, Kenichi tidak hanya melawan, Daimonji, tapi juga idiologinya yang percaya bahwa orang yang lemah ditakdirkan untuk menjadi lemah selamanya, dan orang yang kuat ada untu menghancurkan yang lemah. Daimonji mengatkan karena Kenichi lemah di sekolah SMP, dia akan menjadi lemah juga di SMA dan seumur hidupnya.

Kenichi membantahnya dengan mengatkan bahwa dia akan menjadi kuat. Mendengar ini Daimonji tertawa, mengulangi kata-kata Kenichi dengan sikap merendahkan seolah-olah dia sedang mengajari Kenichi akal sehat. Kenichi kemudian menantang dimonji dalam waktu beberapa minggu untuk bertanding. pertandingan formal pertama yang kemudian dimenangkan oleh Kenichi. Kemenangan Kenichi bukan hanya kemenangan melawan pembully -nya, Kenichi melawan anggapan bahwa orang lemah tidak bisa berubah, dan dia menang, membuktikan bahwa orang lemah bisa menjadi kuat dengan kerja keras dan tekad.

Pertarung ini meenyerap perhatian penuhku. Tidak hanya menarik dari segi aksi, tapi benturan idiologi yang rumit juga sangat menarik untuk disaksikan. Kenichi vs Tanimoto, alias Hermit. Pertarungan terbaik dari seri ini menurutku. Untuk pertama kalinya dalam sekitar ~ 20 episode, aku tidak tahu siapa yang akan menang. Ada lompatan nyata dalam kualitas seni dan animasi, yang dikombinasikan dengan soundtrack yang membuat merinding.

Kenichi pada titik ini mengukuhkan dirinya sebagai pejuang terhormat untuk keadilan yang berjuang dengan idiologi bahwa seni beladiri ada untuk melindungi bukan untuk bertarung. Bahkan ketika dia bertarung dia mencoba untuk tidak menyakiti lawannya sebanyak mungkin. Membuat Tanimoto kesal dengan nilai-nilai kepahlawanannya.

Karena latar belakang tragisnya, Tanimoto berpandangan bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan apa yang kau inginkan. Meskipun yang kau inginkan adalah melindungi seseorang adalah dengan mendapatkan kontrol absolut.

Kau harus siap untuk tidak jujur dan manipulatif serta membuang semua kepercayaanmu kepada orang lain. Dia membenci kenaifan Kenichi dan ingin mengajarinya sebaliknya, dan Kenichi mencoba melakukan hal yang sama. Dalam pertarungan satu lawan satu dengan keselamatan adik perempuan Kenichi, mereka bertarung dalam badai petir tepat di luar gereja yang ditinggalkan. Koreografi pertarungan terindah dalam serial ini, gaya bertarung Tanimoto adalah yang paling anggun kedua dalam seri ini, tepat setelah Mui.

Juga, seperti yang dinyatakan sebelumnya, sebagian dari alasan mengapa aku menonton series ini adalah karna tekni pertarungan yang realistis. Di akhir seri, hal ini mulai berkurang.

Masalah eskalasi adalah masalah kebanyakan tak terhindarkan di gendre shounen dan Kenichi: The Mightest Disciple tidak terkecuali. Namun, lompatan itu jauh lebih menggelegar mengingat akarnya yang sederhana. Pada satu saat yang kau butuhkan hanyalah pukulan yang kuat untuk memenangkan pertarungan, di saat berikutnya kau perlu mengisi ki dan menggunakannya untuk mendorong seseorang beberapa ratus kaki. Bagaimanapun aku tidak akan mengatakan bahwa aku kecewa dengan series anime ini.

Kekecewaan lainku adalah melodrama dan layanan penggemar. Melodrama seperti “Ya ampun, aku ingin tahu apakah dia menyekaiku”. Tempat-tempat lain di mana gadis-gadis yang bertarung dengan gadis lain untuk Kenichi. Hal-hal kecil tertentu yang tampaknya tidak penting meledak dan membuat mu seperki “-pause- ok?”

Lalu ada layanan penggemar ada di sana setiap episode. karena Mui adalah main heroine untuk series ini dan mendapatkan banyak waktu di layar. Layanan penggemar untuk series ini terasa sedikit terlalu banyak. Tapiku rasa itu tidak sepenuhnya tanpa alasan. Karena Mui adalah seorang seniman bela diri dan pesenam, dia harus mengenakan setelan kulit untuk meminimalkan efek konstriksi gerakan . Tapi tetap saja, ada banyak momen yang sangat serius di anime dimana pakaian Mui berjatuhan di mana-mana, tapi setalah menyaksikan series ini selama 9-10 episode aku terbiasa.

Aku menemukan Kenichi sendiri sebagai karakter yang sempurna untuk identifikasi penonton, karena, seperti yang sering ditunjukkan oleh master Ryozanpaku, dia tidak memiliki bakat alami untuk seni bela diri, tetapi memiliki tekad dan prinsip yang tinggi; dia tidak berjuang untuk kemuliaan, tapi untuk melindungi orang yang dia sayangi. Dia tidak merasa mudah untuk menguasai keterampilan bertarung, tetapi dia tahu dia harus melakukannya, dan pengetahuan itu memberinya kekuatan untuk menang… Setidaknya musim pertama pertunjukan, juga menggambarkan beberapa teknik bertarung yang dia ajarkan, dan beberapa dari mereka terlihat masuk akal, dan beberapa bahkan familiar dari pemahamanku yang terbatas dalam seni bela diri.

Semua mentornya di Ryozanpaku sangat bertenaga, tetapi memiliki kepribadian yang menarik. Hayato, sesepuh dojo (dan kakek Miu), seorang pria raksasa berambut pirang berjanggut, memiliki sikap ramah dan kepribadian yang ramah, jika samar-samar mengintimidasi. Akisame adalah master jujitsu sekaligus intelektual dojo (di samping, dia adalah seorang filsuf, pematung, pelukis, dan “penata tulang”.) Sakaki adalah master karate (dan petarung jalanan, agen polisi, yang keterampilannya merupakan yang paling relevan dengan Kenichi), dan memiliki sikap “paman yang kasar” terhadap Kenichi. Kensei Ma adalah ahli seni bela diri Tiongkok, dan merupakan orang tua yang kotor; kita akan melihat beberapa anggota keluarganya selama serial ini. Shigure adalah master wanita spesialis senjata, dia berbicara agak lambat dan terbata-bata. Sepanjang seri merasa dia agak kurang dimanfaatkan (rupanya dia mendapat lebih banyak perhatian di manga.) Akhirnya kita memiliki petinju Muay Thai Apachai, tokoh komik utama, seorang raksasa yang tidak bisa mengendalikan kekuatannya sendiri.

Sedangkan untuk rekan Kenichi, kita bisa mulai dengan   Niijima. Niijima adalah seorang oportunis dan pengecut, seseorang yang ingin menggunakan keterampilan bertarung Kenichi untuk keuntungannya sendiri. Niijima memiliki telinga lancip dan lebih tepatnya berpenampilan seperti iblis secara keseluruhan, Pada awalnya aku menganggapnya menjengkelkan; dia mengingatkanku pada Kazaharu Fukuyama dari Girls Bravo – karakter yang sepertinya tidak pernah mendapatkan karma buruk karena masalah yang dia sebabkan pada orang lain. Namun, rencananya membantu menjaga plot tetap berjalan, meskipun aku senang ketika, dua mantan lawan Kenichi yang berganti pihak, Takeda dan Yukita, “memukulinya” sedikit.

Lalu ada Miu, yang merupakan fan service berjalan. Ada banyak hal yang saya suka tentang desain karakternya (mata biru CANTIK), tapi dia punya dada seukuran Ikki Tousen. Tidak seperti di Ikki Tousen, setidaknya di sini, karakternya tahu hal semacam ini sedikit di luar norma, jadi tidak ada lelucon payudara yang konstan. Perasaan Miu terhadap Kenichi sebagian besar dirahasiakan, meskipun pasti ada kecemburuan di sana ketika saingan untuk Kenichi, Renka Ma (ya, putri Kensei) diperkenalkan di musim kedua. Dengan bijak, perilaku Renka dibuat lebih lucu daripada menggoda, dan dia memiliki salah satu baris terbaik di seri ini yang mengacu pada Kenichi: “Yah, saya akui dia telah dilatih dengan cara yang aneh.” Renka hanya memiliki dua episode, tapi dia benar-benar mengesankan.

Seiring berjalannya cerita, dan lawan yang lebih ringan dikalahkan, Delapan Tinju dan geng mereka, Ragnarok, menjadi musuh utama Kenichi. Ada tempat lain di mana serial itu berkubang dalam kesedihan- sentimentalitas atas seekor kucing…… mari berhenti sebelum aku keterusan di bagian ini.

Namun seri ini tetap memiliki banyak hal hebat untuk ditawarkan. Hayato Kakek Miu memutuskan untuk membawa Kenichi ke hutan belantara untuk beberapa pelatihan “khusus”. Kenichi berhasil membuat marah seekor beruang, dan kita bia melihat sisipan seorang guru yang menguliahi seorang siswa tentang apa yang TIDAK boleh dilakukan saat bertemu beruang, sementara di latar belakang Kenichi benar-benar melakukan semua hal itu; ini adalah bagian yang sangat bagus. Serial ini juga menawarkan beberapa kejutan asli – karakter yang kau pikir telah menghilang untuk selamanya secara mengejutkan kembali. Juga ada karakter lain diperkenalkan, yang ternyata sudah muncul dalam seri – dengan samaran yang agak berbeda.

Juga, jika kamu menyukai serial ini karena aksinya, kamu akan menyukai beberapa episode terakhirnya. Semua pertarungan bukanlah perkelahian Kenichi (misalnya, telah ditetapkan bahwa Kenichi tidak akan melawan wanita), tetapi beberapa di antaranya menarik. Ternyata tinju pertama memiliki dendam masa lalu dengan Kenichi, dan cupup menarik bahwa, ketika akhirnya terungkap bahwa itu adalah sesuatu yang benar-benar sepele.

Secara keseluruhan, Kenichi adalah salah satu anime langka di luar sana yang mampu memadukan komedi dengan plot serius secara keseluruhan dengan sangat baik. Salah satu dari sedikit keraguan yang saya miliki dengan pertunjukan ini adalah bahwa akhir cerita terjadi sedikit terlalu cepat dan aku juga berharap mereka memberikan lebih banyak informasi tentang latar belakang masing-masing master di ryozanpaku, karena informasi tentang ini sangat sedikit. Pada akhirnya, setelah Anda menonton episode terakhir dari anime ini, kau  akan membutuhkan lima detik atau lebih untuk berharap untuk akan adanya seasson anime ini.

×